Indonesia dan Diplomasi Jalur Kedua Penyelesaian Sengketa Laut Tiongkok Selatan: Evaluasi, Peran dan Langkah ke Depan.

Indonesia & Diplomasi Jalur Kedua Penyelesaian Sengketa Laut Tiongkok Selatan: Evaluasi, Peran, dan Langkah ke Depan
Indonesia & Diplomasi Jalur Kedua Penyelesaian Sengketa Laut Tiongkok Selatan: Evaluasi, Peran, dan Langkah ke Depan

Pusat Studi Sosial Asia Tenggara UGM (PSSAT UGM) bekerjasama dengan BPPK Kementrian Luar Negeri mengadakan Seminar Diseminasi Riset dengan judul Indonesia dan Diplomasi Jalur Kedua Penyelesaian Sengketa Laut Tiongkok Selatan: Evaluasi, Peran dan Langkah ke Depan. Isu Laut Tiongkok Selatan adalah major issue dalam kawasan regional Asia Tenggara, khususnya negara-negara ASEAN. Secara singkat, LTS ini menjadi wilayah persengketaan antara Tiongkok, Jepang, Vietnam, Thailand, Malaysia, Taipei dan Brunei Darussalam.

Prof. Dr. Hasyim Djalal

Dalam seminar ini, Hasyim Djalal menyatakan bahwa walaupun Indonesia tidak berbatasan dengan LTS, Indonesia – sebagai negara anggota ASEAN- sangat berkontribusi dalam penanganan konflik arbitrasi antara negara-negara yang mengklaim LTS ini dengan mengadakan Workshop on Managing Potential Conflicts in the South China Sea (WMPC-SCS). Workshop ini diprakarsai oleh Kemenlu pada tahun 1992 dan hingga saat ini workshop ini masih menjadi wadah bagi negara-negara yang bersengketa untuk menyelesaikan permasalahan lintas Continue reading “Indonesia dan Diplomasi Jalur Kedua Penyelesaian Sengketa Laut Tiongkok Selatan: Evaluasi, Peran dan Langkah ke Depan.”

EU and China in Democracy and Human Rights

   Europe had a long journey in history of democracy and human rights. Magna Charta and Bill of Rights were some of existence of democracy and human rights there. That’s why until now Europe is still famous for democracy system and has high-appreciation towards human right. Studying international relations of Europe can’t be separated with External European Action Service (EEAS), under the Common Foreign and Security Policy (CFSP). It’s important to keep in mind that CFSP is one of the EU’s pillars which Continue reading “EU and China in Democracy and Human Rights”

Lee Kuan Yew : His Opinion About a Leader

Interestingly, though, for someone who cuts as complex and contentious a figure, Lee is not that concerned about how others appraise him and his policies.  “I have never been overconcerned or obsessed with opinion polls or popularity polls,” he once said, echoing a sentiment that he has conveyed throughout his career.  “I think a leader who is, is a weak leader.” 

As for his legacy, he insists on being remembered for the virtues that he embodied, not the positions that he attained.  He told a group of journalists from the Straits Times that he is “determined, consistent, persistent.  I set out to do something.  I keep on chasing it until it succeeds.  That is all….Anybody who thinks he is a statesman needs to see a psychiatrist.”

Image

 

Article and image taken from : The Diplomat