Highlight: Europe and Refugee Crisis?

Penerimaan pengungsi dari negara-negara Timur Tengah ke ranah Eropa yang disebabkan oleh instablitas pasca perang menjadi kabar yang hangat hingga sekarang. Uni Eropa yang berprinsip kekuatan normatif telah melakukan aksi nyata, meskipun menuai banyak

kontroversi , seperti David Cameron sempat menolak hal ini hingga Abbott yang berubah pikiran untuk membantu para pengungsi (walupun dengan syarat juga). Satu hal yang menjadi pertanyaan saya adalah : Benarkah Eropa sudah menjadi kawasan yang cukup baik dalam menghargai asas kemanusiaan?

Eropa adalah kawasan yang sering menekankan pada pentingnya HAM. Jika kita melihat dari sejarah, masih teringat bagaimana Eropa melakukan politik imperialisme di negara-negara lain hingga akhirnya ada pergeseran untuk menjalankan politiknya dengan melancarkan kekuatan normatif, dimana salah satu bentuknya adalah pemenuhan HAM adalah hal hakiki.

Tindakan yang dilakukan David Cameron dan sikap Hungaria mencerminkan bahwa tidak semua negara Eropa dapat mentoleransi datangnya para imigran, bahkan sarat akan isu agama. Kemudian Jerman dan Austria mengambil sikap bahwa mereka akan menyambut kedatangan para pengungsi yang kebanyakan berasal dari daerah Timur Tengah. Setelah itu, langkah ini  diikuti oleh negara-negara lain, bahkan Inggris pun melunak dengan ‘mempersilakan’ pengungsi yang datangnya lebih banyak lagi daripada sebelumnya. Tetapi tak lantas kuotanya tidak diatur sedemikian rupa, Jerman mengajukan sistem sharing quota agar tidak terjadi ketimpangan.

Tentu saja ini menjadi perhatian dunia kepada Uni Eropa tentang bagaimana institusi kawasan ini meregulasi hal yang berkaitan dengan nyawa seorang, apalagi dalam hal aspek hak asasi manusia dimana selalu dititikberatkan oleh Uni Eropa. Sebagai masyarakat sipil, saya melihat bahwa Eropa cukup responsif dengan isu ini. Namun, banyak hal yang harus diperhatikan oleh negara-negara Eropa. Rasisme adalah permasalahan sosial masyarakat Eropa, tak jarang terdapat sentimen dan phobia tersendiri, terutama terhadap penduduk Islam. Selain itu diperlukan sebuah komitmen bagi negara-negara Eropa dalam mengurus para pengungsi seperti menjamin kesejateraan hidup , sehingga dapat dikatakan bahwa hanya memberikan kesempatan bagi para pengungsi untuk masuk teritorinya tidak menyelesaikan masalah, maka juga diperlukan sebuah jaminan agar para pengungsi ini dapat hidup dengan tenang, aman dan nyaman di lingkungan baru mereka. Sebenarnya tidak masalah jika kondisi di tempat asal mereka sudah dalam keadaan stabil, tapi tidak menutup kemungkinan bahwa para migran berkeinginan menetap di Eropa untuk bekerja demi mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Namun saya tidak terlalu yakin dengan hal tersebut, mungkin bisa di-cek tentang karakteristik employment di negara-negara Timur Tengah. Singkatnya, pemerintah Eropa pun tidak sekedar menyiapkan tempat untuk mereka bernaung, tapi juga mempersiapkan diri dalam situasi dan kondisi jangka panjang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s