Advertisements

Percakapan di Bis Kuning

Seseorang berkata,

“Kupikir feminis nggak adil pada pria juga, contoh aja saat di KRL.” katanya sambil mengambil kentang gorengku.

“Lho? Memang kenapa?”

“Saat itu ada ibu-ibu hamil yang capek banget sampai dia membutuhkan kursi. Sementara di bangku prioritas yang duduk itu justru orang-orang yang nggak masuk prioritas. Yang paling aku sebel adalah orang-orang di sekitarku langsung menyuruhku untuk berdiri, kenapa bukan orang yang di bangku prioritas saja yang diusir?”

Belum sempat aku mengeluarkan sumpah serapah padanya, dia menambahkan.

“Kupikir ketika setara adalah baik pria dan wanita bisa memiliki akses sama di ranah publik, bahkan di KRL. Sampai sekarang feminis belum melihat itu.”

Oke, ia ada benarnya juga. Terlepas dari jenis kelamin (sex), menjadi feminis adalah saat kita harus mengerti bagaimana tiap manusia memiliki hak yang sama untuk mendapatkan akses. Ya tiap manusia adalah kita. Apapun label yang kita punya. Pria sebenarnya juga menghadapi persoalan stereotip yang sama dengan perempuan: kuat. Kadang manusia lupa bahwa laki-laki pun masih berhak untuk mendapatkan akses dengan tuntutan stereotip yang ia miliki.

Namun, sepertinya dia dan kita sebagai manusia harus belajar misoginis,  egoisme dan power yang sering jadi akar permasalahan feminisme. Setuju?

Bukan Rumah

Kupikir ini akan menjadi tempat singgahku selama 5 tahun

Tapi aku sadar, aku tak punya kuasa untuk benar-benar bisa menetap di sini

Ketika harga sewa sudah membumbung tinggi, sedangkan aku masih harus membayar cicilan lain

apalah dayaku, sayang?

Toh, aku harus melangkah

 

 

Sayang, apakah kamu tau hal yang kubenci setelah ini?

Saat aku harus bergegas untuk pindah. Ah lelah..

Yogyakarta, 23 September 2017

Ada beberapa alasan mengapa saya ingin segera keluar dari kota ini, termasuk ingin mengendalikan kehidupan saya. Meskipun, saya akui secara finansial saya masih dibantu oleh orang tua. Merantau membuat saya lebih berpikir dan lebih berani mengambil keputusan karena segalanya sendiri. Saya harap saya bisa merasakan beraninya menentukan keputusan dan percaya pada diri sendiri lebih dini. Perjalanan saya masih jauh. Saya ingin mengeksplorasi lebih dalam lagi dunia ini bila Allah mengizinkan.

Duit Kesedot di Mesin ATM

Sudah banyak bank yang memfasilitasi nasabahnya untuk melakukan setor tunai lewat ATM. Jadi, daripada antre di teller atau makan banyak waktu, sistem setor tunai bakal membantu banget apalagi orang yang males kayak saya hehehe

Nah, tapi gimana kalau saat setor tunai,mesin ATM tiba-tiba error dan menelan uang kita? Lalu ternyata uang di saldo tidak bertambah, waduh kan ribet. Nah, ikuti-cara ini, khususnya bagi pengguna BNI:

  1.  Jangan panik. Biasanya saat uang kita tersedot, mesin ATM akan mengeluarkan struk dengan peringatan bahwa ada masalah dalam ATM dan meminta kita untuk segera melapor. Selain itu tertulis juga nomimal uang, jumlah uang, detail waktu transaksi, nomor seri mesin ATM, dll. Jangan sampai hilang struknya ya. Foto struk untuk antisipasi
  2. Lapor customer service bank. Ceritakan kronologi peristiwa, bawa struk, dan buku tabungan. Biasanya akan diproses antara 14-21 hari kerja. Dulu kejadian saya saat minggu kedua bulan puasa, jadinya  kepotong weekend dan libur lebaran T_T
  3. Telepon 1500046. Ini call center BNI 24 jam. Proses ini tidak perlu dilakukan bila kita sudah melapor ke bagian CS. Setelah tersambung ke telepon, tekan tombol 1 untuk menu pemblokiran kartu debit kalau saya tidak salah. Nanti akan terhubung ke operator. Di sini operator akan menanyakan kronologi, nomor mesin ATM, nomor rekening pemilik, dan nomor kasus. Perihal nomor kasus, saya lupa apakah di CS diberikan karena pada saat itu saya melapor pertama kali ke BNI via telepon. Nah simpan juga nomor kasus, agar kasus kita mudah dilacak.
  4. Menunggu. Selama proses ini, pihak bank akan mengecek CCTV ATM dan catatan transaksi ATM saat itu. Ini kudu sabar banget karena dalam hari yang sama tentunya aktivitas bank tidak hanya melayani kita saja. Apabila ada kelebihan pemasukan maka akan dicocokan dengan laporan. Bila sesuai, uang di saldo akan bertambah dan pihak BNI akan menghubungi nasabah

Ada catatan khusus nih untuk mencegah uang agar tidak tersedot:

  • Masukan pin ATM secara benar karena pada kasus teman saya yang menggunakan jasa bank lain, ia telah 3 kali salah memasukkan pin. Akhirnya, uangnya otomatis akan disimpan. Mungkin agar tidak disalahgunakan kali ya?
  • Jangan pernah paksa menyetor bila mesin mulai tidak beres. Kasus saya berawal dari sini. Uang saya ditolak berkali-kali, padahal pin saya benar. Mesin ATM juga membuka box supaya dapat diambil lagi uangnya. Memang saat itu mesin lama sekali memproses, tapi saya kekeuh untuk melanjutkan. Ternyata….malah uang saya tersedot 😦

Semoga info saya bermanfaat ya! Keep calm and think clear!

Indonesia dan Diplomasi Jalur Kedua Penyelesaian Sengketa Laut Tiongkok Selatan: Evaluasi, Peran dan Langkah ke Depan.

Indonesia & Diplomasi Jalur Kedua Penyelesaian Sengketa Laut Tiongkok Selatan: Evaluasi, Peran, dan Langkah ke Depan

Indonesia & Diplomasi Jalur Kedua Penyelesaian Sengketa Laut Tiongkok Selatan: Evaluasi, Peran, dan Langkah ke Depan

Pusat Studi Sosial Asia Tenggara UGM (PSSAT UGM) bekerjasama dengan BPPK Kementrian Luar Negeri mengadakan Seminar Diseminasi Riset dengan judul Indonesia dan Diplomasi Jalur Kedua Penyelesaian Sengketa Laut Tiongkok Selatan: Evaluasi, Peran dan Langkah ke Depan. Isu Laut Tiongkok Selatan adalah major issue dalam kawasan regional Asia Tenggara, khususnya negara-negara ASEAN. Secara singkat, LTS ini menjadi wilayah persengketaan antara Tiongkok, Jepang, Vietnam, Thailand, Malaysia, Taipei dan Brunei Darussalam.

Prof. Dr. Hasyim Djalal

Dalam seminar ini, Hasyim Djalal menyatakan bahwa walaupun Indonesia tidak berbatasan dengan LTS, Indonesia – sebagai negara anggota ASEAN- sangat berkontribusi dalam penanganan konflik arbitrasi antara negara-negara yang mengklaim LTS ini dengan mengadakan Workshop on Managing Potential Conflicts in the South China Sea (WMPC-SCS). Workshop ini diprakarsai oleh Kemenlu pada tahun 1992 dan hingga saat ini workshop ini masih menjadi wadah bagi negara-negara yang bersengketa untuk menyelesaikan permasalahan lintas Continue reading