S2?

It’s a brief post.

Never thought I would have determination to take master studies. Nonetheless, I read references today and I’ve been curious to few courses. For instances: politic, peace, conflict, and security studies. Still figuring out why I shall take a master degree in Indonesia or abroad. Feel excited when browsing courses now *scroll scroll*

 

why so sudden reading master courses? mmmm…. in next 28 hrs, there’s education expo in my city which is held by a European well-known institution. That’s impossibru if I enter there with nothing right? Since there are many educational institutions and universities from across Europe, I shouldn’t miss the chance. Probably I have my luck to study there (aamiin). As I read the courses, I want to explore some courses that fit to my interest. Heheh

Jika Aku Punya Anak​

Jika aku punya anak, aku akan:

  1. Mendengar cerita anakku dengan seksama. Jika aku tidak mengerti aku akan bertanya, bukan berbuat asumsi cepat
  2. Tidak perlu membentak dan meninggikan suara jika bisa diselesaikan dengan baik dan bijak. Bereaksi berlebihan bisa membuatnya takut atau sungkan untuk berinteraksi dengan kita
  3. Tidk mudah ringan tangan
  4. Mengajaknya berpikir logis dan mengajarkan bagaimana memanusiakan manusia
  5. Menghargai dan menghormati perbedaan
  6. Memberikan haknya sebagai anak dari seorang Vicky Hantari
  7. Banyak gerak dan mengajaknya untuk bersenang-senang
  8. Berdiskusi dengan pikiran terbuka
  9. Tidak mengajarinya berbohong
  10. Menghargai ruang privasinya

Daftar akan segera kutambah jika memungkinkan

Tito Karnavian dan Kakak Angkatan

 

 

maxresdefault

I’ve found it ‘hilarious’ for our sickened system. LOL.

Jadi gini readers, Jokowi mengajukan nama Tito Karnavian sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) sebagai calon tunggal. Rekam jejaknya cukup bagus, ia menjadi pemimpin tim penangkapan Tommy Soeharto dan berkontribusi aktif dalam penanggulangan terorisme (1)

 

Tapi pencalonannya membuat beberapa pihak kaget karena Tito dianggap masih junior, padahal masih ada 4 angkatan polisi yang lebih tua, sebutlah Nate S. Pane (IPW) dan Junimart (DPR). Pencalonan ini dianggap prematur karena berdasar pada Pasal 11 UU No.2 tahun 2002, hal-hal yang berkaitan dengan kenaikan pangkat atau jejang karir sudah diatur di sana, sehingga Pane merasa bahwa pencalonan ini menyalahi undang-undang, bahkan ia pun menyebutkan bahwa Tito akan merasa tidak nyaman bila harus memimpin seniornya.(3)

 

Saya baru tahu rekam jejak Tito tadi malam di berita TV One dan saya pikir riwayat kinerjanya bagus. Ia pernah menjadi kandidat di posisi teratas kepolisian kalo saya tidak salah,setelah ada kasus polisi yang dijadikan tersangka (maaf saya lupa siapa namanya dan posisi apa yang dicalonkan pada saat itu). Hal yang membuat saya tersenyum adalah oknum polisi yang seakan-akan tidak nyaman dengan pencalonan ini, yep senioritas. Senioritas adalah hal lumrah di karir tapi kualitas itu nggak akan berbohong: action speaks louder. Tapi untuk di Indonesia sendiri rasanya masih sulit untuk menghapus hierarki kayak ini dimana bagi yang melanggar bakal dicap nggak punya rasa hormat sama kakak angkatannya. Terkait kepatuhan undang-undang, ya seperti kita tau, Jokowi tipe presiden yang ‘semau gue’ dalam menggunakan hak prerogatifnya. As long as he has his rights, he dont give a f**k with undang-undang.

 

Hm… Jadi kepo deh sama Tito Karnavian :3

Daku Menulis #1: Sedikit tentang Pemuda

NOTE: Selamat malam! Saya lagi berusaha untuk menggalakan kebiasan baru saya, yaitu menulis nih  :p Dibandingkan dengan teman-teman saya, kemampuan menulis saya masih jauh di bawah mereka, sehingga saya merasa perlu untuk membiasakan diri untuk menumpahkan pikiran dan perasaan di sini  atau di Tumblr. Jadi, dukung saya ya dengan memberikan saran dan kritik 😉

Malam ini saya akan menceritakan pengalaman magang saya di Youth Studies Centre atau lebih dikenal dengan YouSure. Sesuai dengan namanya, institusi ini terfokus pada studi kepemudaan yang berbasis kegiatan riset dan advokasi, letaknya di fakultas Ilmu Sosial Politik UGM.

Alasan saya memilih YouSure awalnya adalah saya akan digaji :p Continue reading “Daku Menulis #1: Sedikit tentang Pemuda”

KKN 2016

Isu yang sedang hangatnya di kampus saya adalah Kuliah Kerja Nyata 2016 (KKN 2016). Bagi mahasiswa yang akan menjalani KKN di 2016, akan dikenakan biaya sebesar 2 juta rupiah. Jika dibandingkan dengan tahun saya setidaknya ada peningkatan sebesar 1 juta. Kemudian hal ini dikritisi, tak terkecuali mahasiswa yang akan melakukan KKN tersebut. Kritik ini didasari bahwa tiap awal semester para mahasiswa angkatan 2013 telah dikenakan biaya UKT. Sesungguhnya biaya UKT ini juga sempat diperdebatkan kegunaannya. Alih-alih meringankan biaya mahasiswa saat menempuh pendidikan, nominal UKT yang diberikan pada mahasiswa malah mencekik leher sampai-sampai predikat ‘kampus kerakyatan’ dipertanyakan. Sedangkan kaitannya dengan KKN adalah seharunsya biaya UKT ini sudah dapat meringankan biaya untuk mengabdi kelak.

 

Sebagai fakultas yang kerap dicap nyinyir, maka tak heran ini menuai reaksi dari kalangan Fisipol. 2 juta ini sebenarnya akan bermuara dimana? Coba pembaca membaca screen capture ini:

KKN 2016.jpg

Sepengamatan dangkal saya, seharusnya akan lebih baik UGM memberikan transparansi dana agar tidak terjadi kesalahpahaman.seperti kemana dana sebesar ini akan bermuara karena jika dibandingkan dengan tahun saya sebelumnya sebenarnya bisa saja biaya KKN tahun depan ini  lebih rendah. Sebenarnya apa yang salah sehingga iuran KKN ini bisa membengkak?

Tidak hanya transparansi dana berupa pengalokasian tetapi juga perlu dijelaskan bagaimana sirkulasi keuangan KKN yang selama ini terjadi di UGM dan bagaimana sirkulasi ini akan berpengaruh bagi mahasiswa yang sudah dikenakan biaya UKT. Tentu sebagai mahasiswa, kami berhak mengetahui ke mana dana kami dibawa. Jangan sampai hanya karena mengabdi harus mengeluarkan biaya yang tidak rasional seperti ini 🙂

Peace,

VH